Bandar Lampung,sidakpost-Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pemerintahan Desa seluruh Indonesia Merah Putih Provinsi Lampung ( DPD APDESI MP ) hari ini Resmi Dilantik oleh ketua umum DPP Anwar Sadat, pelantikan diselenggarakan di Balai Kratun Lantai 3 Komplek Perkantoran Pemerintah Provinsi Lampung.Selasa 5 Mei 2026.
Ketua Umum DPP Anwar sadat dalam sambutan nya menjelaskan menekankan pentingnya organisasi desa sebagai garda terdepan pembangunan dan ujung tombak ekonomi desa. Jadikan APDESI Merah Putih Sebagai Rumah Juang Kepala Desa Rumah Aspirasi dan Advokasi.
“APDESi MP harus bersinergi dan menyatukan kekuatan antara organisasi desa dengan pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten Kota. Pengurus yang baru dilantik diminta memfokuskan program kerja pada advokasi,memperjuangkan kebutuhan desa agar desa lebih mandiri dan berprestasi.
Lanjut sadat, Kita harus optimistis, Desa saat ini menjadi Prioritas Presiden Prabowo Subianto diarahkan pada pembangunan berbasis desa untuk mencapai pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Salah Satu Program Setrategis Nasional adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih: Program andalan ini menargetkan pengoperasian 30.000 koperasi di seluruh desa pada akhir 2026, yang fokus pada pengelolaan hasil pertanian dan distribusi bahan pokok.
Program PSN Kedua adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) dibangun di desa-desa, menciptakan lapangan kerja dan menyerap hasil panen petani dan nelayan lokal.
Ketiga Pembangunan 5.000 Desa Nelayan Modern: Target pembangunan desa nelayan modern hingga 2029 dengan fasilitas lengkap seperti cold storage dan dermaga.
Program – program ini ada didesa, ketua umum mengajak para kades manfaatkan Program Nasional ini sebagai Peluang bukan Masalah. desa tidak hanya menjadi objek, melainkan subjek dan pilar utama dalam pembangunan ekonomi nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto walaupun masih ada kekurangan dalam Program-program ini mari kita sama-sama memberikan kritik yang konstruktif agar menjadi bahan evaluasi,”Pungkasnya.
Gubernur Provinsi Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M.menghadiri pelantikan secara langsung dalam sambutan nya Mirza menjaskan Menurut nya Sinergi antara APDESI merah Putih dan pemerintah provinsi sangat krusial untuk mempercepat pembangunan ekonomi, menciptakan kemandirian desa, dan menyelaraskan program prioritas daerah. Kolaborasi ini memastikan efektivitas pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga, .,”Jelas nya.
Lanjut, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pembangunan ekonomi ke depan harus bertumpu pada desa sebagai pusat pertumbuhan baru di Provinsi Lampung. Ia menilai perbaikan kesejahteraan petani dan penguatan ekonomi desa menjadi kunci utama mendorong kemajuan daerah secara berkelanjutan.
“Ekonomi kita tumbuh, dan pertumbuhan itu ada di desa. Karena itu, seluruh kebijakan harus diarahkan untuk memperkuat desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” ujar Gubernur.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga secara simbolis menyerahkan bantuan sebesar Rp10 juta per desa kepada 2.446 desa di seluruh Provinsi Lampung sebagai bentuk dukungan konkret pemerintah provinsi terhadap pembangunan desa. ketua DPD Apdesi Merah Putih Provinsi Lampung Lekat Dulah Adi Putra menerima Secara Simbolis.
Rahmat Mirzani menjelaskan, selama ini struktur ekonomi Lampung masih belum berpihak pada desa. Sebanyak 70 persen penduduk Lampung tinggal di desa, namun perputaran ekonomi justru lebih besar terjadi di wilayah perkotaan.
Kondisi tersebut, menurutnya, merupakan dampak dari sistem ekonomi lama yang cenderung mendorong pertumbuhan dari atas ke bawah (trickle down effect), sehingga petani sebagai pelaku utama di desa hanya mendapatkan bagian kecil dari rantai nilai ekonomi.
Akibatnya, komoditas utama seperti padi, jagung, dan singkong kerap mengalami fluktuasi harga yang merugikan petani. Bahkan dalam beberapa periode, harga hasil panen tidak mampu menutup biaya produksi.
Gubernur menyebut kondisi ini berdampak luas, mulai dari rendahnya pendapatan petani, terbatasnya akses pendidikan, hingga rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung yang berada di peringkat 26 secara nasional.
Namun, ia optimistis kondisi tersebut mulai berubah seiring kebijakan nasional yang kini lebih berpihak kepada desa, termasuk melalui peningkatan harga komoditas pertanian.
Menurut Gubernur, dampak positif sudah mulai terlihat, antara lain meningkatnya pembayaran pajak kendaraan bermotor dan pajak bumi dan bangunan di wilayah pedesaan, serta naiknya pembelian kendaraan hingga hampir 20 persen dalam tiga bulan terakhir.
Selain itu, jumlah pendaftar perguruan tinggi dari kalangan masyarakat desa juga meningkat sekitar 20 persen, menunjukkan adanya perbaikan daya beli dan kesadaran pendidikan.
Pemerintah Provinsi Lampung, lanjut Gubernur, akan memperkuat kebijakan hilirisasi produk pertanian agar nilai tambah tidak lagi keluar dari desa.
Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah pemberian pupuk organik cair (POC) ke seluruh desa melalui program Desaku maju. Setiap unit POC mampu melayani hingga 400 hektare lahan dan diberikan secara gratis kepada petani.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan distribusi 500 unit dryer atau alat pengering hasil pertanian hingga tahun 2028. Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan nilai jual komoditas seperti padi dan jagung.
Dengan adanya fasilitas pengering, desa diharapkan mampu mengembangkan industri turunan seperti pakan ternak berbasis jagung dan singkong, sehingga menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih mandiri.
Gubernur juga menekankan pentingnya peran kepala desa sebagai ujung tombak pemerintahan dalam mengelola potensi lokal dan memastikan kebijakan benar-benar dirasakan masyarakat.
Ia meminta APDESI Merah Putih menjadi organisasi yang mampu menjadi role model dalam inovasi dan pelayanan publik di tingkat desa.
Sementara itu, Ketua DPD APDESI Merah Putih Provinsi Lampung Lekat Dullah Adiputra menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung penuh program pemerintah provinsi serta menjaga sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
Ia juga memastikan APDESI akan melakukan konsolidasi hingga tingkat kabupaten guna memastikan seluruh kebijakan berjalan satu komando dan tepat sasaran.
Ketua DPD Apdesi MP Lampung juga Mengucpkan Terimakasih kepada Gubernur Lampung yang telah mendukung Penuh APDESi merah Putih Di provinsi Lampung, insyaallah Apdesi merah putih akan terus berkolaborasi dalam semua program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Lampung yang ada di desa kami.
Tampak hadir 4 Anggota DPD RI, Stafsus Menteri Desa, Forkopimda Provinsi Lampung para bupati di lampung,Kadis PMDT Provinsi, Kadis PMD kabupaten se provinsi lampung, tokoh adat Irjen Pol Pur Ike edwin, praktisi hukum Hermawan, Tokoh masyarakat Pengiat Desa, 250 kepala desa se-provinsi Lampung dan para undangan.
Bandar Lampung,sidakpost-Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pemerintahan Desa seluruh Indonesia Merah Putih Provinsi Lampung ( DPD APDESI MP ) hari ini Resmi Dilantik oleh ketua umum DPP Anwar Sadat, pelantikan diselenggarakan di Balai Kratun Lantai 3 Komplek Perkantoran Pemerintah Provinsi Lampung.Selasa 5 Mei 2026.
Ketua Umum DPP Anwar sadat dalam sambutan nya menjelaskan menekankan pentingnya organisasi desa sebagai garda terdepan pembangunan dan ujung tombak ekonomi desa. Jadikan APDESI Merah Putih Sebagai Rumah Juang Kepala Desa Rumah Aspirasi dan Advokasi.
“APDESi MP harus bersinergi dan menyatukan kekuatan antara organisasi desa dengan pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten Kota. Pengurus yang baru dilantik diminta memfokuskan program kerja pada advokasi,memperjuangkan kebutuhan desa agar desa lebih mandiri dan berprestasi.
Lanjut sadat, Kita harus optimistis, Desa saat ini menjadi Prioritas Presiden Prabowo Subianto diarahkan pada pembangunan berbasis desa untuk mencapai pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Salah Satu Program Setrategis Nasional adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih: Program andalan ini menargetkan pengoperasian 30.000 koperasi di seluruh desa pada akhir 2026, yang fokus pada pengelolaan hasil pertanian dan distribusi bahan pokok.
Program PSN Kedua adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) dibangun di desa-desa, menciptakan lapangan kerja dan menyerap hasil panen petani dan nelayan lokal.
Ketiga Pembangunan 5.000 Desa Nelayan Modern: Target pembangunan desa nelayan modern hingga 2029 dengan fasilitas lengkap seperti cold storage dan dermaga.
Program – program ini ada didesa, ketua umum mengajak para kades manfaatkan Program Nasional ini sebagai Peluang bukan Masalah. desa tidak hanya menjadi objek, melainkan subjek dan pilar utama dalam pembangunan ekonomi nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto walaupun masih ada kekurangan dalam Program-program ini mari kita sama-sama memberikan kritik yang konstruktif agar menjadi bahan evaluasi,”Pungkasnya.
Gubernur Provinsi Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M.menghadiri pelantikan secara langsung dalam sambutan nya Mirza menjaskan Menurut nya Sinergi antara APDESI merah Putih dan pemerintah provinsi sangat krusial untuk mempercepat pembangunan ekonomi, menciptakan kemandirian desa, dan menyelaraskan program prioritas daerah. Kolaborasi ini memastikan efektivitas pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga, .,”Jelas nya.
Lanjut, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pembangunan ekonomi ke depan harus bertumpu pada desa sebagai pusat pertumbuhan baru di Provinsi Lampung. Ia menilai perbaikan kesejahteraan petani dan penguatan ekonomi desa menjadi kunci utama mendorong kemajuan daerah secara berkelanjutan.
“Ekonomi kita tumbuh, dan pertumbuhan itu ada di desa. Karena itu, seluruh kebijakan harus diarahkan untuk memperkuat desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” ujar Gubernur.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga secara simbolis menyerahkan bantuan sebesar Rp10 juta per desa kepada 2.446 desa di seluruh Provinsi Lampung sebagai bentuk dukungan konkret pemerintah provinsi terhadap pembangunan desa. ketua DPD Apdesi Merah Putih Provinsi Lampung Lekat Dulah Adi Putra menerima Secara Simbolis.
Rahmat Mirzani menjelaskan, selama ini struktur ekonomi Lampung masih belum berpihak pada desa. Sebanyak 70 persen penduduk Lampung tinggal di desa, namun perputaran ekonomi justru lebih besar terjadi di wilayah perkotaan.
Kondisi tersebut, menurutnya, merupakan dampak dari sistem ekonomi lama yang cenderung mendorong pertumbuhan dari atas ke bawah (trickle down effect), sehingga petani sebagai pelaku utama di desa hanya mendapatkan bagian kecil dari rantai nilai ekonomi.
Akibatnya, komoditas utama seperti padi, jagung, dan singkong kerap mengalami fluktuasi harga yang merugikan petani. Bahkan dalam beberapa periode, harga hasil panen tidak mampu menutup biaya produksi.
Gubernur menyebut kondisi ini berdampak luas, mulai dari rendahnya pendapatan petani, terbatasnya akses pendidikan, hingga rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung yang berada di peringkat 26 secara nasional.
Namun, ia optimistis kondisi tersebut mulai berubah seiring kebijakan nasional yang kini lebih berpihak kepada desa, termasuk melalui peningkatan harga komoditas pertanian.
Menurut Gubernur, dampak positif sudah mulai terlihat, antara lain meningkatnya pembayaran pajak kendaraan bermotor dan pajak bumi dan bangunan di wilayah pedesaan, serta naiknya pembelian kendaraan hingga hampir 20 persen dalam tiga bulan terakhir.
Selain itu, jumlah pendaftar perguruan tinggi dari kalangan masyarakat desa juga meningkat sekitar 20 persen, menunjukkan adanya perbaikan daya beli dan kesadaran pendidikan.
Pemerintah Provinsi Lampung, lanjut Gubernur, akan memperkuat kebijakan hilirisasi produk pertanian agar nilai tambah tidak lagi keluar dari desa.
Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah pemberian pupuk organik cair (POC) ke seluruh desa melalui program Desaku maju. Setiap unit POC mampu melayani hingga 400 hektare lahan dan diberikan secara gratis kepada petani.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan distribusi 500 unit dryer atau alat pengering hasil pertanian hingga tahun 2028. Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan nilai jual komoditas seperti padi dan jagung.
Dengan adanya fasilitas pengering, desa diharapkan mampu mengembangkan industri turunan seperti pakan ternak berbasis jagung dan singkong, sehingga menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih mandiri.
Gubernur juga menekankan pentingnya peran kepala desa sebagai ujung tombak pemerintahan dalam mengelola potensi lokal dan memastikan kebijakan benar-benar dirasakan masyarakat.
Ia meminta APDESI Merah Putih menjadi organisasi yang mampu menjadi role model dalam inovasi dan pelayanan publik di tingkat desa.
Sementara itu, Ketua DPD APDESI Merah Putih Provinsi Lampung Lekat Dullah Adiputra menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung penuh program pemerintah provinsi serta menjaga sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
Ia juga memastikan APDESI akan melakukan konsolidasi hingga tingkat kabupaten guna memastikan seluruh kebijakan berjalan satu komando dan tepat sasaran.
Ketua DPD Apdesi MP Lampung juga Mengucpkan Terimakasih kepada Gubernur Lampung yang telah mendukung Penuh APDESi merah Putih Di provinsi Lampung, insyaallah Apdesi merah putih akan terus berkolaborasi dalam semua program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Lampung yang ada di desa kami.
Tampak hadir 4 Anggota DPD RI, Stafsus Menteri Desa, Forkopimda Provinsi Lampung para bupati di lampung,Kadis PMDT Provinsi, Kadis PMD kabupaten se provinsi lampung, tokoh adat Irjen Pol Pur Ike edwin, praktisi hukum Hermawan, Tokoh masyarakat Pengiat Desa, 250 kepala desa se-provinsi Lampung dan para undangan.